Pray For Nusa Tenggara Timur: “Duka Mereka, Duka Kita Bersama.”

Duka mendalam kembali menyelimuti tanah air ketika gempa bumi tektonik berkekuatan dahsyat Magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB (dini hari). Bencana alam ini dipicu oleh aktivitas tektonik di sesar aktif Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Suasana di wilayah Flores kini dipenuhi kepanikan akibat gempa susulan. Hingga Selasa pagi, 18 Agustus 2026, telah terjadi 2.119 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2. Banyak korban bencana yang masih belum bisa tidur nyenyak, takut akan terjadinya tsunami karena sempat memicu peringatan dini tsunami.

Hingga saat ini, data resmi mencatat sebanyak 68 korban jiwa di 7 Kabupaten yang terdampak Lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi ke tenda darurat karena rumah rusak atau takut gempa susulan. Lebih dari 1.300 rumah warga dilaporkan rusak parah hingga roboh. Banyak fasilitas publik seperti tempat ibadah dan rumah sakit yang mengalami kerusakan parah. Mengakibatkan pasien dirawat di tenda darurat luar bangunan.

Bencana ini tidak hanya merubuhkan tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan karena puluhan bangunan sekolah hanya tersisa puing-puingnya saja. Membayangan taruma mendalam anak-anak di pengungsian yang kini kehilangan tempat bermain dan belajar mereka. Atau bahkan kehilangan keluarga yang dicintainya.

Pemerintah Indonesia merespons cepat gempa NTT M 7,7 dengan mengerahkan tim gabungan dan bantuan senilai miliaran rupiah berupa makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, peralatan dapur, hingga tenda gulung. Meskipun begitu, luasnya wilayah terdampak membuat kebutuhan di lapangan masih sangat tinggi.

Duka mereka, duka kita bersama. Sedikit darimu, besar bagi mereka. Oleh karena itu, uluran tangan dari sahabat YAUM hadir untuk menutup celah bantuan yang belum terjangkau. Mari bersama bantu korban gempa NTT.

Kontributor : Siti Latifah