Gencatan Senjata yang Semu: Krisis Kemanusiaan di Gaza Justru Kian Darurat Saat Ini!

Isu Palestina makin memanas, tetapi media makin sedikit yang menyuarakan. Bahkan di tengah gencatan senjata, masih banyak tempat yang dibombardir, masih banyak suara rintihan yang terdengar di sela-sela reruntuhan. Bagi jutaan warga Palestina, kata “damai” masih menjadi angan-angan yang jauh. Bantuan kemanusiaan kini berada di titik paling kritis dan membutuhkan uluran tangan kita segera.

Di tengah ramainya pemberitaan mengenai kesepakatan fase berikutnya dari gencatan senjata di Gaza, kondisi riil di lapangan justru berbicara sebaliknya. Gencatan senjata tidak menghentikan rasa lapar, haus, dan trauma mereka. Saudara-saudara kita di Palestina masih berjuang untuk bertahan hidup setiap harinya.

Berikut adalah fakta kondisi terkini di Gaza yang perlu kita ketahui bersama:

  1. Serangan yang Terus Berlanjut

Meskipun di meja diplomasi terdengar kabar gencatan senjata, serangan udara di wilayah Gaza utara dan tengah, seperti Deir el-Balah dan Khan Younis tetap terjadi. Selama periode ini saja, tercatat lebih dari 1.250 warga Palestina gugur dan 4.100 lainnya mengalami luka-luka.

  1. Penyerbuan Kompleks Masjid Al-Aqsa

Sepanjang Juli 2026, para pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki sebanyak 27 kali. Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan situs suci ketiga, dan kiblat pertama bagi umat Muslim.

  1. Krisis Air Bersih yang Mematikan

Laporan terbaru dari UNICEF menunjukkan bahwa 90% infrastruktur air bersih di Gaza telah hancur total. Anak-anak terpaksa mengonsumsi air yang tidak layak, memicu gelombang penyakit pencernaan dan gizi buruk akut di kamp-kamp pengungsian yang padat.

  1. Kelangkaan Medis dan Pangan Akibat Blokade

Bantuan logistik yang berhasil masuk ke Gaza saat ini baru memenuhi kurang dari 15% kebutuhan harian masyarakat. Rumah sakit darurat kekurangan obat-obatan dasar, alat bedah, dan bahan bakar untuk menyalakan generator penyelamat nyawa.

  1. Hilangnya Ruang Aman bagi Anak-Anak

Lebih dari 70% bangunan tempat tinggal dan sekolah darurat telah rata dengan tanah. Anak-anak Gaza kehilangan hak paling mendasar mereka: rasa aman untuk tidur, belajar, dan tumbuh tanpa bayang-bayang trauma.

  1. Israel Menguasai 70% Wilayah Jalur Gaza

Hampir 2 Juta warga sipil hidup kini terpaksa berdesakan di sisa 30% wilayah saja. Area yang tersisa kini hanya berupa jalur pesisir pantai yang sangat sempit dan sebagian kecil wilayah kemanusiaan.

Tugas kita saat ini adalah memastikan bahwa isu ini tidak tenggelam begitu saja. Menjaga nyala perhatian publik, terus menyuarakan kebenaran dari berbagai platform, dan memperkuat solidaritas kemanusiaan internasional adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa perjuangan warga Palestina tidak berjalan sendirian di tengah isolasi.

Melihat fakta yang kian darurat ini, YAUM berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan saudara-saudara kita di Palestina berjuang sendirian dalam kesunyian. Melalui program Kemanusiaan Palestina, YAUM terus bergerak aktif untuk menyalurkan banyak manfaat bagi masyarakat Palestina.

Kontributor : Siti Latifah