Di tengah padatnya rutinitas harian, sering kali kita merasa tabungan pahala kita hanya berjalan di tempat. Namun, tahukah Anda bahwa ada sebuah amalan ringan yang pahalanya justru berlipat ganda layaknya investasi jangka panjang? Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengejar “bonus” tersebut melalui Puasa Ayyamul Bidh, sebuah puasa sunnah tiga hari di pertengahan bulan yang nilainya di sisi Allah setara dengan puasa sepanjang tahun.
Secara harfiah, Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih. Dinamakan hari putih karena pada malam-malam tersebut bulan mencapai fase sempurna penuh. Cahaya bulan bersinar sangat terang menyinari bumi sehingga malam-malamnya tampak putih atau terang benderang.
Puasa ini merupakan puasa sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) oleh Rasulullah SAW yang dilaksanakan tiga hari di setiap pertengahan bulan dalam kalender Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Kecuali di bulan Dzulhijjah pada tanggal 13, karena tanggal tersebut termasuk dalam hari Tasyrik yang diharamkan untuk berpuasa.
Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Ahmad
“Rasulullah SAW dulu pernah memerintahkan kami berpuasa Ayyamul Bidh (pertengahan bulan) yaitu tiga belas, empat belas, dan lima belas.” Dan Beliau bersabda, “puasa Ayyamul Bidh seperti puasa setahun.”
(HR. Ahmad: 19429)
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.
Berdasarkan penanggalan Kementerian Agama RI serta Kalender Hijriah Indonesia 1448 Hijriah, pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh di bulan Agustus 2026 jatuh pada tanggal 26, 27, dan 28. Momen puasa ini juga bertepatan tepat setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal) yang jatuh pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.
Yuk, ambil bonusmu dengan hanya berpuasa selama 3 hari, tetapi memiliki dampak yang luar biasa, baik untuk spiritual maupun kesehatan.
Kontributor: Siti Latifah