Pernah nggak, sih, kamu merasa lelah dengan pertemanan yang isinya gosip, pamer, dan drama yang menguras energi? Di era sekarang, mencari teman tongkrongan adalah hal yang mudah. Ditambah teknologi yang berkembang pesat, teman dan kenalan bisa dijumpai lewat media sosial. Masalahnya, mencari circle pertemanan yang bisa menjaga iman tetap stabil itulah tantangan terbesarnya.
Dalam Islam, para ulama menjelaskan bahwa tabiat dan kebiasaan manusia itu sangat mudah menular. Ketika kita sering menghabiskan waktu bersama seseorang, perlahan-lahan cara berpikir, gaya bicara, gaya hidup, hingga standar moral dan kualitas ibadah kita akan mulai meniru mereka secara tidak sadar.
Jika teman dekat kita rajin ibadah dan menjaga akhlak, kita akan termotivasi untuk ikut baik. Sebaliknya, jika circle kita meremehkan dosa atau gemar berbuat maksiat, perlahan kita pun akan menganggap hal-hal buruk tersebut sebagai sesuatu yang lumrah.
Membangun circle yang positif tentu tidak terjadi secara instan, melainkan butuh beberapa trik cerdas. Sehingga bukan seru di dunianya saja, tetapi juga saling menggandeng tangan hingga ke Jannah. Berikut adalah trik membangun circle pertemanan yang positif yang bisa kamu terapkan mulai hari ini!
- Jadilah “Magnet” Terlebih Dahulu
Sebelum menuntut teman yang salatnya tepat waktu atau sedekahnya rutin, jadilah orang yang seperti itu dulu. Saat kualitas dirimu meningkat, secara otomatis orang-orang yang satu frekuensi akan datang dan merasa nyaman di dekatmu. Sehingga energi positif yang kamu sebarkan ke orang-orang terdekat, menimbulan efek hukum alam yang bernama like attracks like, yang sejenis akan saling menarik.
- Datangi Habitatnya
Kalau mau dapat ikan lumba-lumba, jangan cari di empang. Sama halnya ketika mencari teman yang positif, kamu harus rajin mendatangi tempat-tempatnya. Mulailah aktif bergabung dengan komunitas remaja Masjid, atau gabung komunitas hobi yang punya vibe positif. Di sanalah tempat berkumpulnya orang-orang yang sedang berusaha memperbaiki diri.
- Selektif dalam Memilih
Nongkrong bareng siapa saja itu boleh untuk berdakwah atau bersosialisasi, tapi untuk dijadikan circle inti, tentu kamu wajib selektif. Perhatikan dulu bagaimana cara mereka memperlakukan orang tua, bagaimana mereka merenspons waktu azan, dan apakah mereka suka membicara keburukan orang lain. Jika sudah terlihat red flag (kurang baik), maka jadikan mereka sekadar “teman biasa” bukan teman curhat. Cari tipe teman yang antusias saat diajak ikut kajian atau salat berjamaah, namun tetap asyik diajak berdiskusi tentang hobi atau karier.
- Buat Rules Menyenangkan
Begitu bunga sudah mulai tumbuh, tentu kita harus merawatnya. Kita tidak mungkin ketika sudah susah payah mencari bibit yang unggul, malah tidak dirawat dengan baik. Begitu juga dengan pertemanan. Solusi cara merawatnya, buatlah kesepakatan yang positif. Misal, “Siapa yang ketahuan ngomongin orang pas lagi ngumpul, wajib bayar denda donasi sepuluh ribu!” Cara ini buat circle kita mempunyai tujuan yang jelas dan Insyaa Allah awet sampai Jannah.
Memiliki circle yang positif adalah salah satu rezeki terbesar dalam hidup seorang Muslim. Sahabat saleh bukan mereka yang tidak pernah berbuat salah, melainkan mereka yang selalu merangkul kita untuk kembali berjalan ke arah yang benar saat kita salah langkah. Jangan takut kehilangan teman yang hanya membawa pengaruh buruk, karena Allah pasti akan menggantinya dengan orang-orang yang jauh lebih baik. Mari kita mulai berbenah dan bentuk lingkungan yang bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak.
Kontributor: Siti Latifah