Manusiawi jika kita mengeluh saat rencana tidak berjalan dengan mulus atau saat ujian hidup terasa menghimpit dada. Terkadang kita selalu menyalahkan keadaan karena masalah hidup yang datang silih berganti tanpa berhenti. Mengeluh terus-menerus sering kali tidak menyelesaikan masalah, justru menguras energi dan membuat hati semakin sesak.
Mengubah keluhan menjadi kalimat Lillahi Ta’ala (karena Allah) bukan berarti menyerah dan kalah. Melainkan sebuah bentuk penyerahan ego, yakni langkah awal untuk menyembuhkan hati yang terluka dan mengubah beban menjadi pahala.
- Validasi Rasa Sakit, bukan Menyangkalnya
Ikhlas bukan berarti berpura-pura kuat atau mati rasa. Akui bahwa Anda sedang terluka atau kecewa. Menangislah jika perlu, tetapi batasi agar tidak larut dalam meratapi nasib. Allah tahu kapasitas kita. Sebagaimana janji Allah pada surah Al-Baqarah ayat 286:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
- Menggeser Sudut Pandang
Mengubah pertanyaan dari “Mengapa ini terjadi padaku?” menjadi “Apa yang ingin Allah ajarkan kepadaku melalui ini?” Teruslah berpikiran positif. Jangan berpandangan hanya ke satu arah. Sadari bahwa setiap ujian datang dengan paket hikmah dan penggugur dosa. Ketika fokus beralih ke hikmah, Insyaa Allah keluhan otomatis mereda.
Selalu ingat, badai akan berlalu. Bahwa setiap mendung setelahnya pasti ada pelangi. Sesuai yang tertera pada surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang berbunyi:
فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,”
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
- Mengubah Kalimat Keluhan menjadi Doa
Pernah mendengar lidah adalah cerminan hati? Mengubah kosa kata harian akan mengubah getaran energi di dalam jiwa kita. Pastikan setiap kali ingin mengeluh, “Kenapa susah banget sih?” Ganti segera dengan, “Yaa Allah, ini berat, tapi aku lakukan Lillahi Ta’ala, mohon kuatkan aku.” Tarik napas dalam-dalam dan sebut nama-Nya. Selalu libatkan Allah dalam setiap perjalanan.
- Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Salah satu pemicu keluh kesah adalah keinginan mengendalikan takdir atau sikap orang lain yang di luar kuasa kita. Ketika ingin melakukan sesuatu, terkadang kita terlalu fokus pada pandangan orang lain. Padahal biarkan saja, karena itu di luar kendali kita. Serahkan hasilnya kepada Allah (tawakal). Tugas kita hanyalah mengendalikan respons, pikiran, dan usaha terbaik kita hari ini.
Sebagaimana Allaj berjanji pada surat Al-Imran ayat 159:
فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
Mengubah keluh kesah menjadi Lillahi Ta’ala adalah proses belajar seumur hidup. Hati yang terluka akan sembuh bukan karena masalahnya hilang, melainkan karena wadah hatinya yang diperluas dengan keikhlasan. Mulai hari ini, mari kita jeda sejenak saat keluhan itu datang. Bisikkan pada diri sendiri: “Aku ikhlas, semua ini Lillahi Ta’ala.” Rasakan bagaimana dada Anda perlahan menjadi lebih lapang.
Kontributor: Siti Latifah